Amsterdam by DOMINIK PHOTOGRAPHY

Fotografi dengan lensa manual yang paling sensitif cahaya

 

 

Saya dengan bangga memiliki dua lensa yang ‘super-fast’. Yaitu: Kerlee 35mm / f1.2 dan Mitakon (Zhongyi) 50mm / f0.95.

Namun sampai sekarang ini saya belum sempat benar-benar mencoba lensa-lensa ini dalam keadaan kurang cahaya (low-light). Baru pada proyek ini saya dapat kesempatan yang bagus untuk mengumpulkan pengalaman bagaimana performance-nya lensa-lensa ini.

Saya perlu catat juga bahwa semua foto ini diambil pakai SONY mirrorless kamera yang sampai ISO tinggi gak kelihatan noise.

Saya bukan tipe fotografer yang menguji lensa seperti di lab. Namun saya lebih suka langsung mencoba di lapangan. Sambil mendapatkan foto-foto yang menarik.

Saya orangnya gak terlalu susah bangun pagi-pagi amat atau malah ditengah malam. Sehingga gak susah bagi saya datang ke pasar jam setengah empat pagi.

Emang jam segitu paling ramai. Dan ternyata sangat bagus untuk nge-foto yang istilahnya ‘human interest’.

Tapi daripada saya terlalu banyak bla-bla-bla mari kita lihat beberapa foto dulu:

pagi-pagi di Pasar – dua-duanya dengan Helios 85mm / f1.5 – Lensa berasal Uni Soviet
traditional wet market Bali

What is on offer here ? – HELIOS 85 mm / f 1.5

traditional wet market Bali

Fishmongers – Kerlee 35 mm / f 1.2

traditional wet market Bali

More fish ! Kerlee 35 mm / f 1.2

traditional wet market Bali

Selling and sleeping at the same time – Kerlee 35 mm / f 1.2

traditional wet market Bali

wake up n smell the… fish… – Kerlee 35 mm / f 1.2

 

Tiga kali- tiga lensa yang berbeda

 

Dalam kurun waktu tiga minggu saya mengunjungi pasar tradisional ini 3 kali. Lensa yang ku bawa selalu beda.

Pertamanya Helios 85 mm / f1.5 – vintage lens dari Uni Soviet. Kedua kali nya ku bawa Miitakon 50 mm / f0.95. Pada ketiga kalinya Si Kerlee 35mm / f1.2.

Tiga lensa tersebut semuanya sangat cocok.

Ngefokus dengan Si Mitakon sedikit sulit dan ternyata tajam-nya cuma begitu-gitu aja.

 

traditional wet market Bali

Fruitmongers – Kerlee 35 mm / f 1.2

traditional wet market Bali

Veggies anyone ? Kerlee 35 mm / f 1.2

traditional wet market Bali

Tangerines – Kerlee 35 mm / f 1.2

traditional wet market Bali

Sorting tangerines – Mitakon 50 mm / f 0.95

traditional wet market Bali

Business as usual – Kerlee 35 mm / f 1.2

 

Sori saya ‘tipu’ sedikit

 

Bagi fotografer yang ingin mengambil kesimpulan terhadap kemampuan teknis dari lensa-lensa ini saya ada pengakuan. Saya menipu!

Begini pengakuan saya: Pada saat editing kali ini saya juga pakai Nik Analog Efex Pro.

Sehingga berbagai efek yang nampak di foto-foto ini bukan asli dari lensa. Bodoh amat…
Saya memang suka ‘main’. Dan kadang-kadang saya masuk Photoshop dan menyihir dikit disitu…

 

ada yang tidur – ada yang jualan

traditional wet market Bali

Shop n home in one – Mitakon 50 mm / f 0.95

traditional wet market Bali

Discussing the sales – Mitakon 50 mm / f 0.95

traditional wet market Bali

What do you need ? – Mitakon 50 mm / f 0.95

traditional wet market Bali

What is she seeing ? – Mitakon 50 mm / f 0.95

traditional wet market Bali

the aftermath… | Kerlee 35 mm / f 1.2

Pasar Kumbasari di Denpasar Bali

 

 

Kebanyakan orang yang mengunjungi Bali akan pergi ke tempat-tempat wisata seperti pantai, gunung, pura, dll…
Jarang ada wisatawan yang mau ke Denpasar. Dan saya akui kota Denpasar memang cuma begitu-gitu aja.

Namun, seperti yang dapat anda lihat pada foto-foto ini Denpasar pun ada tempat menarik…

 

KUMBASARI MARKET BALI

Chillies – the spice of life…

KUMBASARI TRADITIONALMARKET BALI

More fruit mongers

 

 

Sekian dari Denpasar Bali. Moga-moga kalian suka foto-foto yang kupamerkan disini.

Seperti biasa silahkan tinggalkan komentar atau bergabung dengan komunitas saya yang terdapat di FB.

Dan kalau anda suka fotografi yang beda silahkan gabung dengan kami di komunitas SLOW FOTOGRAFI.

 

SLOW PHOTOGRAPHYBe a member of the movement

 

Om Swastiastu – DOMINIK

Pin It on Pinterest

Share This